02 August 2017
It's been a long time, i'm not write about something. Karena, anak saya lagi rusuh rusuhnya. Zee sudah 17 bulan, waktu luang saya ya kalau anak baru tidur πππ,feels like 'whooohooo' i can do something that i love, such as write this blog.
Saya masih ingin membahas tentang mitos dan fakta seputar anak. Karena semakin zee besar, tentunya semakin banyak tantangan saya dalam mengasuh si krucil ini. Dan lagi lagi banyak orang orang yang 'old school' mulai meracuni.
Berawal dari anak saya sering jatuh saat dia mulai belajar berjalan. Yang saya dengar, dipijatkan saja, capek itu, makanya sering jatuh... What the hell? πͺπͺπͺ.. Mana ada hubungannya sering jatuh sama capek. Yang ada kan dia baru proses belajar berjalan, ya wajar saja dong, jatuh berdiri, jatuh lagi berdiri lagi. Hidup kita saja yang sudah dewasa juga sering jatuh bangun (ooops πππ). Apalagi anak kecil yang masih proses belajar berjalan. Saya biarkan saja,menikmati anak saya melalui proses tersebut. Sampai tuh kaki lecet lecet karena jatuh. Tidak apa-apa nak,hanya luka lecet,kelak ada yang lebih sakit lagi dan tidak ada obatnya,hik hiks hiks,ππ.. (Terbawa suasana,emaknya baperan ππ)
Soooo,i don't care sama statement itu. Jujur saja saya bukan orang tua yang suka bawa anak ke tukang pijat,apalagi tukang pijat tradisional atau yang tidak ada tenaga medisnya. Mending saya pijat sendiri saja daripada dipijat ke pijat tradisional. Tapi bukan berarti anak saya tidak pernah pijat sama sekali. Ada langganan di dsa zee yang menyediakan layanan pijat bayi,dan saya cocok.
Lalu beberapa hari lalu, anak saya batpil. Makannya juga agak susah waktu itu, dan jreng jreng jreng ada yang bilang, 'udah di cekok saja', and i said no! Saya cek cek dulu, jangan jangan ada gigi tumbuh, karena dia suka gigit gigit tangan, dan benar saja, gigi bawahnya tumbuh dua. I found the point. Enggak perlu cekok cekok segala, dia bukannya enggak mau makan, memang lagi enggak nyaman buat makan. Dan untuk batpilnya saya periksakan ke dokter. And this is not the end of story, masihhhh ada saja yang bilang. Anak saya di suruh mandi pakai bunga, dalam bahasa Jawa kembang telon. Biar enggak lemes katanya. Aduhhh hello sudah dua ribu tujuh belas masihh saja percaya gitu gituan, apa hubungannya coba? Saya cuekin saja, dan sepertinya saya jadi bahan omongan mereka ππππ i don't really care.
Saya hanya ingin realistis saja. Saya juga memaklumi kok kalau ada ungkapan yang menurut saya masuk akal, ya saya lakukan, tapi kalau tidak masuk akal, boro boro saya lakukan, ditanggapi saja saya malas. Percuma ngomong ngalor ngidul sama orang yang tidak open minded dan tidak mau maju seiring berkembangnya jaman dan teknologi. Stuck saja disitu pemikirannya.
Walau bagaimanapun saya berusaha cari yang terbaik buat anak saya. Makanya sebelum saya memutuskan sesuatu, saya cari info-info dulu, gimana plus minusnya, jadi tidak asal-asalan. Kalau kata tagline iklan, 'buat anak kok coba coba' ππ dan itu memang benar.
Yukk mari kita sama sama belajar, jaman sudah maju, kita juga harus berpikiran maju. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, membaca informasi, karena ilmu itu tidak pernah kadaluarsa.
Xoxo
Dinsta driessen
It's been a long time, i'm not write about something. Karena, anak saya lagi rusuh rusuhnya. Zee sudah 17 bulan, waktu luang saya ya kalau anak baru tidur πππ,feels like 'whooohooo' i can do something that i love, such as write this blog.
Saya masih ingin membahas tentang mitos dan fakta seputar anak. Karena semakin zee besar, tentunya semakin banyak tantangan saya dalam mengasuh si krucil ini. Dan lagi lagi banyak orang orang yang 'old school' mulai meracuni.
Berawal dari anak saya sering jatuh saat dia mulai belajar berjalan. Yang saya dengar, dipijatkan saja, capek itu, makanya sering jatuh... What the hell? πͺπͺπͺ.. Mana ada hubungannya sering jatuh sama capek. Yang ada kan dia baru proses belajar berjalan, ya wajar saja dong, jatuh berdiri, jatuh lagi berdiri lagi. Hidup kita saja yang sudah dewasa juga sering jatuh bangun (ooops πππ). Apalagi anak kecil yang masih proses belajar berjalan. Saya biarkan saja,menikmati anak saya melalui proses tersebut. Sampai tuh kaki lecet lecet karena jatuh. Tidak apa-apa nak,hanya luka lecet,kelak ada yang lebih sakit lagi dan tidak ada obatnya,hik hiks hiks,ππ.. (Terbawa suasana,emaknya baperan ππ)
Soooo,i don't care sama statement itu. Jujur saja saya bukan orang tua yang suka bawa anak ke tukang pijat,apalagi tukang pijat tradisional atau yang tidak ada tenaga medisnya. Mending saya pijat sendiri saja daripada dipijat ke pijat tradisional. Tapi bukan berarti anak saya tidak pernah pijat sama sekali. Ada langganan di dsa zee yang menyediakan layanan pijat bayi,dan saya cocok.
Lalu beberapa hari lalu, anak saya batpil. Makannya juga agak susah waktu itu, dan jreng jreng jreng ada yang bilang, 'udah di cekok saja', and i said no! Saya cek cek dulu, jangan jangan ada gigi tumbuh, karena dia suka gigit gigit tangan, dan benar saja, gigi bawahnya tumbuh dua. I found the point. Enggak perlu cekok cekok segala, dia bukannya enggak mau makan, memang lagi enggak nyaman buat makan. Dan untuk batpilnya saya periksakan ke dokter. And this is not the end of story, masihhhh ada saja yang bilang. Anak saya di suruh mandi pakai bunga, dalam bahasa Jawa kembang telon. Biar enggak lemes katanya. Aduhhh hello sudah dua ribu tujuh belas masihh saja percaya gitu gituan, apa hubungannya coba? Saya cuekin saja, dan sepertinya saya jadi bahan omongan mereka ππππ i don't really care.
Saya hanya ingin realistis saja. Saya juga memaklumi kok kalau ada ungkapan yang menurut saya masuk akal, ya saya lakukan, tapi kalau tidak masuk akal, boro boro saya lakukan, ditanggapi saja saya malas. Percuma ngomong ngalor ngidul sama orang yang tidak open minded dan tidak mau maju seiring berkembangnya jaman dan teknologi. Stuck saja disitu pemikirannya.
Walau bagaimanapun saya berusaha cari yang terbaik buat anak saya. Makanya sebelum saya memutuskan sesuatu, saya cari info-info dulu, gimana plus minusnya, jadi tidak asal-asalan. Kalau kata tagline iklan, 'buat anak kok coba coba' ππ dan itu memang benar.
Yukk mari kita sama sama belajar, jaman sudah maju, kita juga harus berpikiran maju. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, membaca informasi, karena ilmu itu tidak pernah kadaluarsa.
Xoxo
Dinsta driessen
Komentar
Posting Komentar